About Me

Foto saya
I play at everybody's mind. I live in everybody's heart.
Tampilkan postingan dengan label Berita/Artikel/Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita/Artikel/Opini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Oktober 2010

SEXUAL DISORDER II - GID

Bagian kedua dari sexual disorder adalah mengenai Gender Identity Disorder (GID). Kemarin malam saya sempat juga membahasnya di twitter. Saya akan kembali menjelaskannya di sini. Selamat membaca. :)

Gender Identity Disorder (GID) adalah jenis kelainan seksual di mana penderitanya mengalami gangguan identitas gendernya.

Gejala utamanya adalah adanya identifikasi yang kuat dan terus menerus terhadap lawan dari jenis kelaminnya. Penderitanya akan menyatakan keinginannya untuk menjadi lawan dari jenis kelaminnya.

Dorongan/keinginan tersebut akan memunculkan ketidaknyamanan terhadap peran jenis kelaminnya, sehingga penderita tidak mampu menjalankan peran sesuai dengan jenis kelaminnya.

Biasanya penderita akan merasa seperti orang yang terjebak dalam tubuh yang salah. Penderita pria akan menganggap dirinya wanita, dan sebaliknya.

Berbeda dengan homoseksual, GID benar-benar ingin menjadi lawan dari jenis kelaminnya, sedangkan homoseksual hanya mencari pemenuhan kebutuhan seksual dan afeksi dari lawan jenisnya.

Penderita GID yang ekstrim akan lebih mungkin untuk melakukan hal yang ekstrim pula, misalnya operasi ganti kelamin. Contohnya adalah Dorce.

Transsexualism atau juga disebut dengan Transgender adalah nama umum dari GID.

Berbeda dengan Transvestic Fetishism, penderita GID tidak memiliki keterangsangan secara seksual dari berdandan seperti lawan jenisnya.

GID berharap hidup sebagai lawan jenisnya dan mereka bertingkah laku dan berdandan seperti lawan jenisnya.

Seringkali penderita GID dan homoseksual kurang diterima oleh masyarakat karena gangguannya. Padahal mereka adalah orang yang "sakit" dan membutuhkan penanganan. Bukan malah menjadi bahan olokan dan bulan-bulanan.

Sekian penjelasan singkat dari saya. Terima kasih. :)

Best regards, @byusyem

SEXUAL DISORDER - PARAPHILIAS

Beberapa waktu lalu saya pernah membahas mengenai sexual disorder di jejaring sosial twitter saya (@byusyem), kali ini saya akan menulisnya secara lengkap di blog saya. Selamat membaca. :)

Paraphilias, adalah individu yang memiliki simptom berulang/menetap berupa adanya fantasi dan dorongan seksual atau tingkah laku yang melibatkan objek manusia, objek bukan manusia, dan gangguan relasi sosial.

Ada 8 tipe gangguan ini, yaitu :

1. Pedophilia

Adalah individu yang memiliki kelainan dalam dorongan seksualnya. Fantasi, dorongan, dan perilaku seksualnya melibatkan anak di bawah umur. Singkatnya, Pedophilia merasa terangsang terhadap anak di bawah umur.


2. Exhibitionism

Penderita gangguan ini memiliki dorongan untuk memperlihatkan organ genitalnya kepada orang asing. Mereka tidak mengharapkan reaksi seksual dari korbannya, melainkan perasaan takut & kaget yang diharapkan oleh mereka. Hal itulah yang dapat membuat mereka terangsang.


3. Fetishism

Penderita gangguan ini memiliki dorongan seksual yang melibatkan objek benda mati. Mereka bisa terangsang hanya dengan melihat dan menyentuh objek tersebut. Objek di sini maksudnya adalah benda-benda yang tidak didesain khusus untuk menstimulasi area genital, seperti vibrator. Selain objek benda mati, mereka bisa juga terangsang dengan bagian tubuh tertentu pada manusia, seperti kaki yang jenjang, hidung mancung, dan seterusnya.


4. Frotteurism

Penderita gangguan ini memiliki kelainan dorongan seksual berupa sentuhan/rabaan pada orang lain. Biasanya mereka akan menempelkan dan menggesekkan alat genitalnya kepada tubuh korban. Contohnya adalah yang beberapa saat lalu sempat heboh diperbincangkan di bus TransJakarta.


5. Sexual Masochism

Penderita gangguan ini memiliki dorongan seksual berupa penghinaan, perlakuan kasar, pukulan, atau apa pun yang menyebabkan dirinya menderita oleh partner seksual mereka. Mereka terangsang dan menikmati penderitaan itu.


6. Sexual Sadism

Lawan dari Masochism adalah Sadism. Penderita gangguan ini memiliki dorongan seksual berupa keinginan untuk menyakiti partner seksualnya. Mereka akan terangsang jika partnernya tersakiti.

Ada pula individu yang menampilkan kesenangan seksual dari keduanya, memberikan dan menerima rasa sakit. Penderita gangguan ini disebut dengan Sadomasochist.


7. Transvestic Fetishism

Gangguan ini hanya ditemukan pada pria. Penderita gangguan ini memiliki kelainan dorongan untuk memakai atribut/pakaian wanita. Fenomena yang berhubungan dengan gangguan ini adalah Autogynephilia, pria yang memiliki gairah seksual dari pikiran atau image dirinya yang memiliki anatomi wanita atau memiliki fungsi biologis wanita, seperti menstruasi, melahirkan, dan menyusui.


8. Voyeurism

Penderita gangguan ini memiliki kelainan berupa kesenangan melakukan pengamatan tersembunyi (mengintip) terhadap orang lain ketika sedang telanjang, berhubungan seks.


Ya, itulah penjelasan singkat mengenai sexual disorder - paraphilias.
Semoga bermanfaat. :)
Warmest regards, @byusyem

Kamis, 30 September 2010

THE ASSASSINS

Sudah pernah nonton film Prince of Persia belum? Jika yang sudah pernah menonton, tentu kata Assassins terdengar familiar di telinga kalian. Kali ini saya akan bercerita mengenai satu kelompok yang ada di film Prince of Persia, yaitu The Assassins.

Pada pertengahan abad ke-12, di Syria terdapat sebuah kelompok rahasia para penghisap ganja. Mereka berusaha merebut tahta kepemimpinan Islam pada masa itu dengan cara-cara kekerasan. Kelompok ini memiliki struktur organisasi yang rapi. Mereka membangun sistem sel bawah tanah. Membentuk agensi dan spionase dengan struktur kepemimpinan piramidal. Jaringan intelejen piramidal ini mereka gerakkan di tengah masyarakan Muslim di seluruh dunia.

Pada awalnya, kelompok Assassins ini disebut Nizariyah. Karena, mereka berusaha mengembalikan Pangeran Nizar al-Toyyib ke tahta kekuasaan Mesir. Nizariyah melakukan cara ini karena yakin bahwa Pangeran Nizar al-Toyyib adalah reinkarnasi Nabi Ismail as. Namin berkali Nizariyah salah patron dan gagal meraih tujuan. Akhirnya mereka berinovasi menentukan pemimpin.


Dalam kepemimpinan piramidal ini, ada satu pemimpin tertinggi. Tugasnya mengatur seluruh agen-agen di berbagai wilayah masyarakat Muslim. Para eksekutor kelompok dalam organisasi ini disebut Assassins.

Merasa mendapat jalan buntu dan jengah mengalami kegagalan akibat salah memilih pemimpin, Nizariyah mereorientasi sistem organisasi dan bertindak berbeda dengan cara-cara sebelumnya. Kali ini, Nizariyah melanggar syariah Islam. Mereka menyabotase dan mengadopsi secara compang-camping akidah Syiah tentang Imam Mahdi. Dengan dalih mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya Imam Mahdi, Imam ke-12 yang diagungkan masyarakat Syiah, kelompok Nizariyah melancarkan serangan bawah tanah kepada orang-orang yang dianggap musuhnya.

Perbuatan Nizariyah ini jelas bertentangan dengan syariah Islam yang disampaikan Nabi Muhammad saw dan keyakinan masyarakat Syiah. Kepemimpinan Nabi Muhammad itu dilanjutkan oleh 12 Imam. Imam terakhir adalah Imam Mahdi yang dijanjikan Allah SWT sebagai penegak keadilan akhir zaman.


Sehebat apapun atraksi mereka, meski mengklaim gerakannya demi mempersiapkan kehadiran Imam Mahdi, jelas mereka melanggar syariat Islam Syiah. Misalnya, kelompok Nizariyah membolehkan setiap pemimpin mereka memiliki hak istimewa; meminum anggur hingga mabuk, menghisap ganja hingga teler. Lebih fatal lagi, pemimpin mereka dihalalkan membunuh umat Islam lainnya dengan dalih jihad. Penyimpangan total terhadap syariat Islam yang mereka lakukan menjadi asalan ulama Syiah mendakwa mereka sebagai orang-orang murtad dan sesat.

Setelah dinyatakan bersalah dan sesat, kelompok Nizariyah meninggalkan Mesir dan pindah ke Syiria. Kemudian, di sana kaum Nizariyah dikenal sebagai kelompok Hashshasin. Bahasa Inggris mengonversi kata ini menjadi Assassins, yang artinya pembunuh. Namun, penegasan ini masih mengandung kontroversi. Hashshasin yang diartikan "penghisap ganja", menurut beberapa pakar Bahasa Arab berasa dari kata yang artinya "penjaga rahasia-rahasia".

Selanjutnya, dalam kendali kepemimpinan Hasan bin Sabah, kelompok Assassins banyak melakukan serangan gerilya secara keji. Mereka menyerang kota Baghdad dari markas besar Lembah Alamut, di sebelah utara Persia. Mereka berusaha menggulingkan penguasa pada masa itu.


Dalam The History of The Assassins, Amin Maluf menjelaskan bahwa Hasan bin Sabah adalah master budaya dan penyair yang mengusai sains modern. Hasan bin Sabah berusaha keras membangun organisasi Assassins. Dia mengadopsi teknik-teknik Darul Hikmat di Kairo, Mesir. Dia berambisi memajukan organisasi yang dipimpinnya itu. Terbukti, setelah dua abad lebih, kelompok Assassins lihai membunuh musuh-musuhnya dengan racun dan senjata. Kelompok ini juga mahir melakukan serangan-serangan bawah tanah yang pernah menjadi momok di kawasan Timur Tengah.

Benteng Assassins di Lembah Alamut menjadi salah satu legenda Persia yang terkenal dengan sebutan "surga dunia". Marco Polo terkesan akan kemegahan dan kemewahan Benteng Alamut. Usai perjalannya melintasi benteng itu pada tahun 1271 M, dia menulis :

"Di lembah elok itu, di antara dua gunung tinggi menjulang, dia (Hasan bin Sabah) membangun taman-taman mewah. Di dalamnya tumbuh semua pohon berbuah ranum dan segala tumbuhan harum yang bisa dipetik. Istana-ostamana dengan ragam luas dan bentuk dibangun di setiap hamparan taman yang berbeda-beda. Istana-istana itu dihiasi batu emas. Di dinding-dindingnya bergelantungan lukisan-lukisan. Di jendela-jendelanya bermacam kelambu sutra mewah terpajang.

Di ruang-ruang itana, suguhan anggur, susu, madu, dan air bersih tersaji di setiap sudutnya. Penghuninya gadis-gadis cantik molek. Mereka semua pandai bernyanyi, memainkan berbagai alat musik dan menari. Mereka semua manja serta memikat dengan sejuk.

Sebuah kastil kokh, seolah mustahil dihancurkan menancap di gerbang. Dia ingin tak seorang pun masuk ke "surga dunia" itu tanpa ijinnya. Itulah pintu masuk menuju lembah elok itu."



Hasan bin Sabah merekrut para pemuda di wilayahnya sebagai pengikutnya dengan cara membius mereka dan mengangkutnya ke lembah itu. Setelah sadar, ternyata mereka berada di "surga dunia" itu. Pemandangan surga dunia dipamerkan kepada mereka. Segala kenikmatan bius mereka rasakan berabrengan dengan doktrin-doktrin sebelum akhirnya dilepas kembali ke tengah masyarakat.

Setelah para pemuda itu diculik oleh Hasan bin Sabah untuk dijadikan murid, ketika itu mereka dicuci otak dengan berbagai merek dan tipe tipu daya. Akal sehat mereka hilang. Bagi mereka, sosok Hasan bin Sabah adalah segalanya. Moto mereka kemudian menjadi : Tak ada larangan! Semua halal!

Para pemuda "berotak baru" itu telah terbiasa dengan kenikmatan di lembah "surga dunia". Akhirnya mereka merasakan dunia luar tak bernilai apa-apa. Mereka mabuk doktrin Hasan bin Sabah. Setelah terbiasa dengan kemewahan, ketika mereka dikembalikan di lingkungan semula yang sarat dengan kerja keras dan hambatan-hambatan, timbul rasa ingin kembali ke taman surgawi Hasan bin Sabah. Untuk mendapatkan lagi kenikmatan itu, mereka halalkan segala cara dan rela melakukan apa pun meski nyawa taruhannya.

Art of Imposture (Seni Menipu), begitu Abdul Rahman menulis. Dia cata muslihat Hasan bin Sabah ketika memerintah seorang murid terdekatnya yang memiliki loyalitas tinggi ditanam hingga leher. Kemudian murid yang hanya kelihatan kepalanya di atas tanah itu dilumuri darah segar. Tampaklah kepala itu tanpa tubuh. Sebelumnya murid terdekat itu dikabarkan terpanggal kepalanya di medan perang. Setelah murid loyal itu benar-benar tampak seolah mati, Hasan bin Sabah mengumpulkan murid-murid barunya untuk menyaksikan kepala berlumur darah tanpa tubuh itu. Di depan murid-murid baru itu, murid loyal yag hanya tampak kepalanya di atas itu mengabarkan kenikmatan surga.

Murid-murid baru pun mendengar syair-syair palsu tentang surga yang terujar dari kepala berlumur darah itu. Indah dan menggiurkan. Mereka menyangka, seniornya itu telah masuk surga. Setelah Hasan bin Sabah benar-benar yakin bahwa murid-muridnya telah terbius oleh tipu-dayanya, dia memerintah mereka kembali ke "surga dunia". Kemudian, murid yang ditanam kepalanya hingga lebehr itu, benar-benar dipenggal. Untuk menyempurnakan tipu muslihatnya, Hasan bin Sabah memajang kepala itu di tiang ritual hingga selalu bisa disaksikan seluruh penduduk lembah "surga dunia". Murid-murid pun terbius surga palsu.

Arkun Daraul dalam karyanya A History of Secret Societies, membagi kelompok rahasia pengikut Assassins menjadi tiga lapis: pertama, para misionaris (Dayes), kedua, para sahabat (Rafiq), ketiga, adalah murid-murid yang teruji kesetiannya, pecintanya (Muhibbin). Golongan terakhir adalah para eksekutor terlatih. Para muhibbin mencirikan diri dengan topi putih dan sepatu boot merah. Ketiga lapis kelompok Assassins, selain mahir menghujam belati di dada korbannya, mereka juga menguasai bermacam-macam bahasa. Ada kalanya mereka berdandan dan berperilaku seolah pendeta. Mereka juga berbaur dengan masyarakat dengan menjadi pedagang dan serdadu. Intinya, mereka siap menyamar apa saja sebagai kedok demi menjalankan misi dan meraih tujuan.


Kata sandi anggota Assassins adalah "dari surga". Setiap ada "surat perintah jalan" untuk misi, eksekutor Assassins akan mendapat pertanyaan, "Dari mana asalmu?" Sang eksekutor pun menjawab, "Dari surga". Setelah dipastikan, instruksi kembali dimandatkan, "Bunuhlah fulan/fulanah. Setelah berhasil, kau akan kembali menghuni surga. Jemputlah kematian! Karena para malaikat tak sabar mengangkatmu ke surga."

Pengaruh Assassins menyebar ke seantero jagad hingga pertengahan abad ke-13. Setelah Hasan bin Sabah terbunuh di tangan aaknya sendiri, Muhammad, kelompok Assassins mengalami kemunduran. Kemudian Muhammad juga dibunuh anaknya sendiri. Tahun 1256, markas besar Assassins, Benteng Alamut, jatuh ke tangan Penjajah Mongol yang menandai akhir riwayat Assassins.

Pada awal abad ke-16, pemerintahan Ottoman yang berkuasa, menghancurkan pertahanan akhir Assassins di Syria. Tamatlah riwayat kekuatan militer Assassins yang tak terkalahkan pada masana. Perubahan besar ini menjadikan dinasti pemimpin Nizariyah Ismailiyah memodernisasi organisasinya. Agha Khan adalah tokoh utamanya. Kemudian mereka menghilangkan citra Assassins atau "pembunuh". Organisasi yang berubah total itu mensyaratkan toleransi kepada sesama umat manusia sebagai lanskap kegiatannya.



Sumber : Bradley, Michael. The Secret Societies - 21 Organisasi Perusak Dunia

THE ILLUMINATI

Nama Illuminati agaknya sudah sering kita dengar di film-film fiksi barat. Kali ini saya akan mencoba bercerita tentang komplotan rahasia ini.

The Illuminati adalah organisasi rahasia paling kuat. Komplotan ini menggenggam kendali dunia. Ambisinya adalah membentuk serikat Eropa. Karena dengan cara ini, komplotan The Illuminati yakin bisa membentuk suatu pemerintahan dunia. Sekarang komplotan ini diduga keras sebagai organisasi rahasia yang menjadi alat keluarga Rothschilds, keluarga terkaya di dunia.

Pendiri The Illuminati adalah Dr. Adam Weishaupt. Dia lahir pada 6 Februari 1748. Weishaupt adalah anak seorang rabbi Yahudi. Setelah ayahnya meninggal, dia memeluk agama Katolik dan dididik ala Jesuits. Tapi akhirnya dia menjadi atheis dan membenci pemahanan Jesuits.



Weishaupt mendirikan The Illuminati untuk melawan konsep penindasan agama Kristen. Melalui komplotan ini, dia hancurkan gereja. Harapannya bisa mencipta satu pemerintahan dunia. Cara yang dia yakini adalah mengganti keyakinan Kristianitas dengan “agama akal” atau kembali menggunakan akal sehat. Dia juga meyakini bahwa untuk mengakhiri perang, kebodohan dan berjuang denim kekuasaan harus dengan menjalankan cara ini. Dia sadar agar seluruh rencananya terlaksana, maka yang pertama kali harus dilakukan adalah memegang kendali kekuasaan. Akhirnya dia memang benar-benar berhasil.

The Illuminati menjadi koalisi rahasia antara liberalisme dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Sintesa ini diperoleh Weishaupt setelah mempelajari doktrin-doktrin anti-Kristen, astrologi, ilmu kedokteran dan ilmu metafisika. Weishaupt mengaku sebagai seorang Phytagorian. Dia menekankan bahwa pria dan wanita harus saling melebur jadi satu seluruh harta-benda yang dimilikinya. Kemudian pemahaman ini menjadi pondasi paham komunisme. Dia juga mempelajari Freemasonary yang pada gilirannya juga membentuk aliansi dengan komplotan ini. Pada 1 Mei 1776, di bawah komplotan rahasia The Illuminati (Karunia Cahaya). Nama “Illuminati” diambil dari ajaran Lucifer. Lucifer berarti pengemban cahaya.

Weishaupt menjalankan roda The Illuminati semula hanya beranggotakan lima orang. Struktur organisasinya meniru struktur Jesuits dan Freemasonary. Seperti dua komplotan itu, The Illuminati juga menggertak lawan-lawannya dengan mengirim surat kaleng dan menjebak orang dengan dalih pencerahaan, kebebasan, dan emansipasi, yang dilakukan untuk mempertahankan kekuasaan mereka semata.



Semua anggota The Illuminati menggunakan nama klasik sebagai cirinya, seperti Spartacus, Cato, Lucian, Phytagoras, Marius, Diomedes, Ajar, Mohomed, dan Sylla. Markas besar The Illuminati ada di Munich, Jerman. Tahun 1777, seluruh anggota The Illuminati bersatu untuk mengamil alih kendali komplotan Freemasonary di Munich. Dalam waktu empat tahun, The Illuminati menghasilkan 60 orang kader yang dikenal sebagai “magnet”. Mereka bertugas merekatkan hubungan dengan para Masonic, sembari terus memelihara rahasia The Illuminati. Merekalah orang-orang yang telah memahami visi The Illuminati hingga mampu menarik orang-orang kaya, tokoh-tokoh wanita, para ilmuwan, para pemikir bebas, dan kaum liberal. Mereka menyebut semua anggota sebagai “Peraih Kebenderangan”. Tahun 1786, pengaruh The Illuminati menyebar ke seantero benua Eropa, Afrika, dan Amerika.

The Illuminati menemukan cara terbaik menghapuskan pengaruh agama. Mereka mencacah umat manusa, kemudian menaruh mereka ke toples ideologi-idelogi yang berlawanan. Para penjahat ini mengadu domba mereka hingga saling berperang. Cara ini merongrong kredibilitas pemerintah dalam suatu bangsa, hingga kemudian kekuasaan para agamawan melemah. Tahun 1781, bangsa Yahudi diperbolehkan bergabung, karenanya The Illuminati menjadikan Frankfurt sebagai markas besarnya. Di sanalah tempat tinggal para jutawan Yahudi terkemuka, termasuk Oppenheimers dan Rothschilds. Kelak, Rothschilds juga berkuasa seperti komplotan The Illuminati dan berhasil membangun keluarga terkaya di dunia.

Imperium keluarga Rothschilds dimulai pada tahun 1750-an oleh Mayer Amschel Rothschilds. Saat itu, Rothschilds berdagang koin-koin langka tapi kemudian beralih ke bidang perbankan. Tak lama setelah itu, Rothschilds diangkat sebagai wakil istana Pangeran William IX dari Hesse-Kassel, keponakan Raja Denmark sekaligus pialang para bankir besar di Frankfurt. Pangeran William mewarisi kekayaan ayahnya pada 1785 hingga menjadi orang terkaya di dunia. Rothschilds meraup untung besar selama terjadi pertempuran Waterloo, era itu mengindikasikan bahwa Napoleon akan menang. Kabar Napoleon yang nyaris memenangkan perang mendorong para pemilik saham perusahaan di Inggris berlomba-lomba menjual sahamnya.



Padahal saat itu, para orang dalam dari Bursa Saham Inggris memperkirakan Napoleon akan kalah. Saat harga saham-saham anjlok hingga titik yang sangat rendah, keluarga Rothschilds segera membelinya sebelum kabar kemenangan Wellington sampai ke Inggris. Kini keluarga Rothschilds benar-benar menguasai perekonomian Inggris dan mendirikan Bank of England di bawah kendali Nathan Rothschilds.

Keluarga Rothschilds berhasil mengendalikan perekonomian Perancis pada tahun 1818 dengan cara membeli sejumlah besar obligasi pemerintah Perancis dan membanjiri pasar Perancis dengan produk-produknya. Mereka juga mengendalikan suplai uang Jerman. Selanjutnya, sejak Revolusi Amerika mengarah kepada satu pemerintahan dunia, keluarga Rothschilds mendanai peperangan yang berlangsung. Misalnya, selama perang Napoleon, salah satu anggota keluarga Rothschilds mendanai pihak Napoleon, sedangkan keluarga Rothschilds yang lain mendanai Inggris. Sekarang keluarga Rothschilds diduga kuat berada di balik layar Federasi Eropa.

Kemudian, di universitas-universitas di seluruh penjuru dunia memromosikan agenda satu pemerintahan dunia. Seolah promosi ini tanpa rekayasa. Gordonstown, sekolah tempat Pangeran Phillip dan Pangeran Wales belajar, ditengarai sebagai sekolah proyek komplotan The Illuminati. Mungkin keluarga kerajaan Inggris tidak sadar, sebenarnya mereka mengabdi dan menjadi bahan bakar tungku “satu pemerintahan dunia” ala The Illuminati.

Benarkah mereka komplotan pendalang jahat yang ambisius menguasai dunia? Benarkah mereka para broker kekuasaan, sutradara pembunuhan JFK? Atau apakah mereka berada di balik rencana-rencana Federal Reserve (Bank Cadangan Federal), New World Order (Pemerintahan Dunia Baru)? Atau, benarkah mereka komplotan orang yang salah memahami kaum kaya Forbes? Tidak ada yang tahu kebenarannya. :)





Sumber : Bradley, Michael. Secret Societes - 21 Organisasi Perusak Dunia

Senin, 27 September 2010

EMPLOYEE ENGAGEMENT

Halo para pembaca sekalian. Di #30harimenulis hari ke-22 ini saya ingin sedikit berbagi informasi tentang skripsi yang sedang saya coba selesaikan. Sebelumnya saya akan sedikit bercerita mengenai diri saya. Saya adalah mahasiswa Fakultas Psikologi semester akhir+ 2 (hitung sendiri aja ya. :P) di Universitas Kristen Maranatha Bandung. Saat ini saya sedang mengontrak skripsi, yang membahas sebuah teori yang masih terbilang baru di ranah Psikologi Industri, yaitu EMPLOYEE ENGAGEMENT, yang untuk orang awam bisa diartikan menjadi Keterikatan karyawan terhadap pekerjaannya.

Okay, cukup segitu intro dari saya. Sekarang kita lanjutkan ke beberapa bagian dari Bab II penelitian saya, yaitu Teori Employee Engagement.

Shall we begin? :D

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

A. Definisi Employee Engagement

Employee engagement pertama kali dikemukakan oleh kelompok peneliti Gallup (Endres & Smoak, 2008). Mereka mengklaim bahwa employee engagement dapat memrediksi peningkatan kinerja pada karyawan, profitabilitas, mempertahankan karyawan, kepuasan konsumen, serta keberhasilan untuk organisasi (Bates, 2004; Baumruk, 2004; Richman, 2006).

Ada beberapa definisi dari employee engagement itu sendiri. Dalam kamus Wikipedia, employee engagement dijelaskan sebagai sebuah konsep yang dinilai dapat mengatur upaya-upaya karyawan yang sifatnya sukarela, yaitu ketika karyawan memiliki pilihan-pilihan, mereka akan bertindak lebih jauh untuk kepentingan organisasi mereka. Karyawan yang engage adalah seorang yang terlibat penuh dalam pekerjaannya dan sangat antusias terhadap pekerjaannya (http://en.wikipedia.org/wiki/Employee_ engagement). Menurut Paradise (2008), employee engagement adalah hasil dari kondisi pekerjaan yang mendukung. Harter, Schmidt, dan Hayes (2002) mendefinisikan employee engagement sebagai bentuk keterlibatan individual dan kepuasannya serta sebagai bentuk antusiasme dalam melakukan pekerjaan. William Kahn (1990) menyatakan employee engagement adalah mengenai perhatian karyawan dan penyerapan mereka terhadap perannya. Wiley & Blackwell, di dalam buku mereka, menyatakan bahwa karyawan yang engage akan memiliki keinginan untuk terikat yang menimbulkan gairah akan pekerjaannya, terikat dengan pekerjaannya, bersedia untuk mengorbankan lebih banyak tenaga dan waktu demi pekerjaannya, dan menjadi lebih proaktif dalam mencapai tujuan pekerjaannya.

Kebanyakan karyawan akan merasa iri kepada mereka yang begitu larut ke dalam pekerjannya sampai-sampai waktu kerja pun tak terasa, yang terlihat bergairah ketika mengerjakan pekerjaannya, yang menemukan arti dan tantangan dalam pekerjaannya, dan yang terlihat tidak sabar untuk pergi ke kantor setiap hari untuk melanjutkan kembali pekerjaannya. Saat bersamaan, banyak orang juga merasa iri terhadap organisasi yang memiliki karyawan yang fokus, bergairah, inovatif, proaktif, dan melakukan hal yang benar di saat yang tepat.

Jack & Suzy mengatakan, “Utamakanlah employee engagement. Tidak ada perusahaan besar maupun kecil yang dapat bertahan lama tanpa karyawan yang bersemangat yang percaya akan misi perusahaan dan memahami bagaimana cara untuk mencapainya.” Atau apa yang dikemukakan oleh Tamara Erickson, “Meningkatkan engagement – adalah suatu cara untuk mendorong individu agar menanamkan lebih banyak energi psikis dalam pekerjaannya – adalah satu hal mudah yang paling kuat yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.”

Dari beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa employee engagement adalah penghayatan seorang karyawan terhadap tujuan dan pemusatan energi, yang muncul dalam bentuk inisiatif, adaptibilitas, usaha, dan kegigihan yang mengarah pada tujuan organisasi (Wiley & Blackwell - Employee Engagement : Tools for Analysis, Practice, and Competitive Advantage. Chapter 1 : page 7).


B. Prinsip-prinsip Dasar Employee Engagement

Dalam Employee engagement, seorang karyawan akan menampilkan kinerja yang sangat baik. Ada 4 prinsip utama yang menjadi syarat bagi seorang karyawan untuk menjadi engage, yaitu :

1. The Capacity to Engage
Untuk menciptakan karyawan yang engage dibutuhkan lingkungan kerja yang tidak hanya bisa meminta lebih, tetapi juga menyediakan lahan informasi, kesempatan belajar, dan mampu menciptakan keseimbangan kehidupan karyawannya, yaitu dengan menciptakan suatu basis untuk menampung energi dan inisiatif karyawan.

2. The Motivation to Engage
Engagement muncul ketika karyawan memiliki ketertarikan terhadap pekerjaan mereka dan sesuai dengan nilai pribadi mereka, dan karyawan diperlakukan dengan cara yang secara alami menimbulkan rasa ingin membalas dalam bentuk kebaikan.

3. The Freedom to Engage
Engagement terjadi ketika karyawan merasa aman untuk bertindak berdasarkan inisiatif mereka. Oleh karena itu, kepercayaan menjadi hal yang paling penting di bawah kondisi sulit, tidak pasti, dan kebutuhan untuk berubah – terutama ketika employee engagement itu dianggap penting.

4. The Focus of Strategic Engagement
Ketika perusahaan menyediakan kesempatan untuk berkembang, jenis pekerjaan yang sesuai, pengawasan yang adil dan bijaksana, upah yang sesuai, jaminan keamanan, dan seterusnya, engagement akan muncul dengan sendirinya karena rasa percaya akan prinsip timbal balik.


C. The Feel and The Look of Engagement

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, engagement adalah penghayatan seorang karyawan terhadap tujuan dan pemusatan energi, yang muncul dalam bentuk inisiatif, adaptibilitas, usaha, dan kegigihan yang mengarah kepada tujuan organisasi. Pada dasarnya, engagement itu dibagi menjadi dua jenis, yaitu perasaan untuk engage dan perilaku engagement itu sendiri. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut.

i. The Feel of Engagement
Ada 4 komponen penting dalam diri karyawan agar merasa engage. Kombinasi dari empat elemen di atas adalah yang membuat engagement menjadi baik berbeda dari konsep lain yang berkaitan dan secara simultan menjadi sumber energi dari pencapaian karyawan dan keuntungan persaingan bagi perusahaan. Berikut adalah keempat komponen itu.

a. Urgensi
Urgensi adalah suatu determinasi dan energi yang mengarah kepada satu tujuan. Engagement tidak bisa muncul hanya karena suatu energi biasa, tetapi energi yang sudah mengarah ke satu tujuan. Urgensi juga diartikan sebagai suatu dorongan yang memaksa munculnya suatu perilaku untuk mencapai tujuan.

Konsep dari urgensi menjadi inti dari bagian psikologi lain yang relevan dengan jenis perilaku yang muncul sesuai dengan pengertian dari engagement. Secara konseptual, urgensi memiliki kaitan dengan resiliensi, atau kapasitas untuk bangkit setelah mengalami kegagalan. Urgensi juga memiliki kaitan dengan kepercayaan diri, yang mencakup kepercayaan bahwa seseorang itu pasti bisa mencapai satu tujuan.

b. Fokus
Karyawan yang engage akan merasa fokus ketika bekerja. Di bawah kondisi yang normal, mereka akan merasa tepat sasaran dalam menjalankan pekerjaan dan tidak mudah terdistraksi oleh gangguan dari luar, seperti mengobrol dengan rekan kerja, berdiskusi mengenai tempat makan siang, cuaca yang buruk, dan sebagainya.

Agar terciptanya engagement, dibutuhkan perhatian yang harus dipertahankan dalam rentang waktu yang lebih lama. Hal ini setara dengan kemampuan untuk berkonsentrasi dan terlarut dalam pekerjaan, tetapi bukan berarti menjadi terisolasi terhadap pekerjaan lain yang bukan menjadi prioritas utama.

c. Intensitas
Intesitas di sini diartikan sebagai kedalaman dari konsentrasi. Hal ini diarahkan dalam bagian alami dari tuntutan pekerjaan dan tingkat kemampuan karyawan yang bersangkutan. Ketika tingkat kemampuan cocok dengan tuntutan pekerjaan, karyawan harus menggabungkan perhatian dan energi ke dalam pekerjaan tersebut agar dapat diselesaikan. Sebaliknya, ketika tingkat kemampuan karyawan jauh melebihi tuntutan pekerjaan, maka karyawan tersebut akan merasa bosan, sehingga perhatian dan energi mereka dapat pindah ke hal lain. Intensitas mengarahkan karyawan untuk membuka diri mendekati semua sumber energi yang tersedia.

Secara bersamaan, urgensi, fokus, dan intensitas mengesankan bahwa dalam mencapai suatu tujuan, karyawan yang engage membuka diri mereka ke dalam seluruh sumber yang meluas (kemampuan, pengetahuan, dan energi) dan mengaplikasikannya secara menyeluruh dan giat dalam jangka waktu yang lama.

d. Antusiasme
Antusiasme adalah kondisi psikologis yang secara simultan mencakup energi dan kebahagiaan. Hal ini merupakan kondisi emosi yang mengacu kepada perasaan positif, dan dikonotasikan sebagai positive well-being yang kuat. Ketika kita membayangkan tentang antusiasme karyawan, kita akan mendapatkan gambaran seorang karyawan yang terlibat secara aktif dalam pekerjaannya. Jika diselidiki, karyawan yang antusias dalam bekerja akan merasa lebih “hidup” dan bergairah dalam bekerja.

Antusiasme menjadi pusat dari perasaan engage di dalam pekerjaan. Gairah ini bukan merupakan suatu hasil dari energi dan fokus saja, melainkan suatu elemen dari keunikan engagement itu sendiri. Antusiasme menjadi alasan mengapa engagement dikategorikan sebagai suatu emosi. Komponen emosi yang positif itulah yang disebut dengan antusiasme.


ii. The Look of Engagement
Ada empat perilaku utama yang diperlihatkan oleh karyawan yang memiliki perasaan engage. Perilaku karyawan yang engage dapat terlihat berbeda dari apa yang diamati dan diharapkan. Perbedaan tersebut dapat dilihat tidak hanya secara individual saja tetapi secara keseluruhan dari lingkungan kerja. Berikut adalah keempat perilaku tersebut.

a. Persistence
Persistence diartikan sebagai suatu ketekunan. Bentuk perilaku mengenai ketekunan paling jelas yang dapat diperlihatkan oleh seorang karyawan adalah penyelesaian tugasnya. Contohnya adalah karyawan yang bekerja keras, dalam jangka waktu yang lama tanpa beristirahat, dan dalam jam kerja yang lebih banyak selama hari kerja. Contoh yang lebih spesifik adalah, ketika seorang agen asuransi memilih untuk melewatkan waktu makan siangnya untuk melayanai keluhan dari pelanggannya.

Ketekunan ini mengikuti faktor energi yang mengarah ke tujuan yang sebelumnya dijelaskan sebagai urgensi. Kita dapat mengharapkan perilaku tekun ketika karyawan merasa antusias dikarenakan mereka percaya bahwa mereka mampu memberikan kontribusi terhadap keberhasilan perusahaan. Ketekunan juga akan muncul ketika karyawan secara intens fokus sehingga mereka memperoleh jalur alternatif untuk mencapai tujuan ketika menemui rintangan. Keuntungan dari ketekunan itu sendiri cukup jelas, mencakup kualitas kerja yang lebih tinggi, menghasilkan pelayanan yang lebih cepat dan tanggap, lebih sedikit kebutuhan/tuntutan karyawan, dan biaya yang lebih rendah.

b. Proactivity
Satu karakteristik penting dari karyawan yang engage adalah mereka menjadi proaktif, tidak hanya reaktif, atau bahkan lebih parah, pasif. Menjadi proaktif berarti mengambil tindakan ketika kebutuhan untuk bertindak muncul pada diri karyawan, seperti memperbaiki performa kerja suatu mesin yang mulai memperlihatkan penurunan, daripada hanya diam dan menunggu perintah dari atasan. Atau inisiatif untuk mengerjakan pekerjaan kelompok selagi anggota kelompok yang lain masih berleha-leha.

Hubungan antara merasa engage dan memperlihatkan perilaku proaktif sebenarnya cukup jelas. Pertama, karyawan yang memiliki perasaan urgensi dan tingkat konsentrasi yang tinggi terhadap pekerjaan mereka akan lebih proaktif. Karyawan yang engage akan mengambil inisiatif untuk menghindari atau mencegah suatu masalah. Kedua, karyawan yang engage akan lebih banyak menggunakan sumber energi emosi dan pikiran mereka dalam pekerjaan, sehingga mereka menjadi lebih mungkin untuk mengenali masalah yang potensial, dan kebutuhan atau kesempatan untuk bertindak. Terakhir, karyawan yang merasa antusias terhadap bagaimana performa kerja mereka memengaruhi keberhasilan dari perusahaan dan menginternalisasikan tujuan kelompok dan perusahaan akan lebih mungkin untuk mendeteksi rintangan yang muncul dalam pencapaian tujuan.

c. Role Expansion
Role expansion diartikan sebagai perluasan peran kerja. Karyawan yang engage cenderung akan memperlihatkan peran mereka secara lebih luas dan menyeluruh. Jenis perilaku seperti ini cukup sering terlihat dalam berbagai variasi, tetapi tidak semuanya perilaku itu memperlihatkan adanya loncatan ke dalam satu tipe pekerjaan lain di luar tanggung jawab karyawan yang bersangkutan dan secara lebih umum untuk membantu keberhasilan dari perusahaan.

Di sisi lain, role expansion juga mencakup pergantian peran kerja dalam jangka panjang atau bahkan menetap. Adakalanya seorang atasan mendelegasikan tanggung jawab dan pekerjaannya kepada bawahannya sehingga kompetensi karyawan menjadi lebih jelas terlihat, atau sesuai dengan tuntutan perubahan itu sendiri. Karakteristik penting dalam role expansion adalah kesediaan untuk menerima suatu jenis pekerjaan yang berbeda dari suatu peran.

d. Adaptability
Seorang karyawan yang adaptif akan membantu perusahaannya mengantisipasi dan merespon terhadap perubahan dalam lingkup perasingan secara lebih cepat, lebih berhasil, dan dengan biaya yang lebih kecil. Karyawan yang adaptif akan mengembangkan keterampilan baru seiring dengan perubahan tuntutan, sehingga mengurangi kebutuhan untuk merekrut karyawan baru.

Suatu perubahan dalam skala besar umumnya membutuhkan pelatihan formal untuk memfasilitasi pengembangan keterampilan. Karyawan yang adatif dapat menyesuaikan terhadap perubahan tersebut tanpa membutuhkan suatu pelatihan formal, sehingga menghemat waktu dan biaya. Karyawan yang adaptif juga membantu meminimalisir besarnya investasi waktu dan biaya yang harus dikeluarkan oleh manajemen untuk meningkatkan usaha, sehingga membuat perusahaan tetap dapat memimpin persaingan.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Well, mungkin itu beberapa penjelasan mengenai teori Employee Engagement yang diambil dari Bab II penelitian saya.
Semoga menjadi bacaan yang bermanfaat.

Terima kasih atas perhatiannya. Dan saya akan lebih berterima kasih jika para pembaca sekalian turut mendoakan diselesaikannya penelitian saya. Hihi :P

Warmest Regards, @ByuSyem :)


Sumber : Wiley & Blackwell - Employee Engagement : Tools for Analysis, Practice, and Competitive Advantage.

Jumat, 24 September 2010

BURUDUL KELEK!

Di setiap lingkungan pertemanan, pasti ada satu kata yang hanya dimengerti oleh anggota kelompok itu. Di kelompok saya, salah satu kata yang cukup terkenal adalah “Burudul Kelek”, “Burudul” itu artinya banyak dan terus menerus, dan “Kelek” itu artinya ketiak, tetapi di sini konteksnya lebih ke arah bulu ketiaknya. Jadi, “Burudul Kelek” itu mengacu pada sesuatu yang banyak dan ada terus seperti bulu ketiak. Oh, iya, kata ini cuma bisa digunakan oleh orang Sunda saja ya. :D

Misalkan, seorang kawan sedang memainkan melodi gitar Paul Gilbert yang terkenal dengan kecepatan jarinya, maka ketika dia bermain gitar kita semua akan berkata, “Ajih, burudul kelek euy melodi maneh” yang artinya sama saja dengan “Gila, hebat banget lo melodinya!”

Atau ketika mendatangi suatu pensi, lalu ada teman yang bertanya “Kumaha euy anu daratang? Loba teu? (Gimana yang datang? Banyak nggak?), kita biasanya akan menjawab dengan “Murudul kelek, Bray! Rea pisan!” (Murudul kelek, Bray! Banyak banget!)

Nah, sebenarnya kata itu diambil dari sebuah cerita. Jadi begini ceritanya..

Pada suatu hari di kota Bandung, hiduplah dua orang pemuda. Mereka adalah si Abdul dan si Alek. Mereka berdua adalah mahasiswa universitas negeri terkenal di kota itu, tinggal di sebuah rumah kontrakan yang terdiri dari 2 kamar tidur, 1 dapur, dan 1 kamar mandi.

Kecil memang, tetapi cukup untuk menjadi tempat mereka bernaung. Takdir telah mempertemukan mereka di rumah itu. Dua lelaki bujang tinggal berdua dalam satu atap tentulah tidak mudah, tetapi mereka hidup rukun. Sampai pada akhirnya pertengkaran kecil terjadi.

***

Hari itu mereka harus kuliah pagi. Alek kuliah jam 7 pagi, sedangkan Abdul kuliah jam 8 pagi. Semalam mereka habis begadang nonton bola sehingga telat bangun. Meski kuliah jam 8 pagi, Abdul bangun lebih cepat daripada Alek, waktu menunjukkan pukul 06:55. Perut mules membuat dirinya terpaksa bangun lebih cepat. Segeralah Abdul menuju kamar mandi untuk setoran.

Belum lama masuk ke kamar mandi, Alek bangun dari tidurnya. Dia tersentak melihat angka yang ditunjukkan oleh jarum jam. Alek pun berlari menuju kamar mandi. Dia membiasakan diri harus mandi sebelum keluar rumah, tetapi sayang kamar mandi saat itu dikuasai oleh Abdul. Alek pun menggedor pintu kamar mandi.

“Dul, burukeun euy! Aing telat kuliah yeuh!” Teriak Alek.

“Hmm.. Kalem keudeung deui..” Kata Abdul datar.

“Atuh, Dul. Burukeun! Aing geus telat pisan yeuh!” Alek terus menggedor pintu kamar mandi.

“Enya, kalem, Lek. Keudeung deui rajana kaluar yeuh.” Abdul menjelaskan, meminta Alek untuk bersabar.

Alek geram, dia membabi buta menggedor pintu kamar mandi sambil berteriak, “BURU, DUL!!!”

Abdul masih menghayati pertempuran dengan perutnya cuma menjawab, “NGKE, LEK!”

“Buru, Dul!”

“Ngke, Lek!”

“Buru, Dul! Desak Alek.

“Ke, Lek!” Teriak Abdul dari dalam kamar mandi.

“Buru, Dul!”

“Ke, Lek!”

“Buru, Dul!

“BURUDUL KELEEEK!!!” Teriak Abdul dari dalam kamar mandi. “RAJANA KALUAR REA PISAN!!!” Lanjutnya. Beberapa saat kemudian Abdul pun keluar dari kamar mandi tak menghiraukan Alek. Sejak saat itu pertemanan mereka rusak.

Tamat

Senin, 20 September 2010

FALSAFAH KENTUT (Reposted)

Di bawah ini adalah tipe kepribadian seseorang berdasarkan cara mereka buang angin (kentut) :

1. Orang MUNAFIK
orang yang kentut tapi menyalahkan orang lain.

2. Orang GOBLOK
orang yang menahan kentut sampai berjam-jam.

3. Orang BIJAK
orang yang tahu kapan harus kentut.

4. Orang yang SENGSARA
orang yang sangat ingin kentut tapi tidak bisa kentut.

5. Orang yang MISTERIUS
kalo kentut tidak ada yang tahu.

6. Orang yang GUGUPAN
tiba-tiba menyetop kentut saat sedang enak-enaknya kentut.

7. Orang yang PERCAYA DIRI
orang yang mengira bahwa kentutnya bau wangi.

8. Orang SADIS
menahan kentut dengan tangannya lalu tangannya di usapkan ke hidung temannya.

9. Orang PEMALU
kalo kentut tidak bunyi tapi wajahnya tiba-tiba merah padam.

10. Orang STRATEGIS
menyembunyikan suara kentutnya dengan tertawa terbahak-bahak.

11. Orang BODOH
habis kentut lalu mengambil nafas dalam-dalam untuk mengganti 'udara'
yang barusan keluar.

12. Orang PELIT
kalo kentut ditidak dikeluarkan semua, keluarnya sedikit demi sedikit.

13.Orang SOMBONG
senang mencium bau kentutnya sendiri.

14. Orang RAMAH
senang mencium bau kentut orang lain.

15. Orang yang BAIK HATI
kalo mau kentut sembunyi dulu.

16. Orang 'AKUATIK'
senangnya kentut di dalam air sampai bunyi blukutuk-blukutuk.

17. Orang ATLETIS
kalo kentut sangat bersemangat sampai kontraksi (ngeden).

18. Orang JUJUR
mau mengaku bahwa dia telah kentut.

19.Orang PINTAR
bisa membedakan orang dari bau kentutnya.

20.Orang paling SIAL sedunia
kalo kentut biasanya keterusan ampasnya alias kicipirit.

21. Orang RAJIN
sering mencium bau kentut dimana pun dia berada.


Naaahh, termasuk jenis orang yang manakah anda? :P

Source : Facebook's notes (http://www.facebook.com/note.php?note_id=108829718061)

7 PENYAKIT WANITA (Reposted)

Berdasarkan sebuah survey, ini adalah beberapa penyakit yang sering dan biasanya dialami oleh wanita..

1. Nangisuitis
Akibat terlalu sensitif. Gejalanya bibir cemberut, mata kedip-kedip. Efek sampingnya mata bengkak, saputangan banjir, hidung meler, bawaannya ngurung diri atau terkena penyakit Curhatitis A. Penyakit ini bisa diobati dengan obat Tegaridol, OBH (Obat Berhati Hamba).

2. Curhatitis
Bawaannya pengen nyerocos, Efek samping rahasia orang bisa bocor, terkena Nangisuitis, Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia bercuhatitisnya ke orang yang tepat, apalagi sama Tuhan.

3. Shopping Syndrome
Gejalanya pengen jalan mulu, mata melotot, Efek sampingnya lidah ngiler, mulut nganga, dompet jadi tipis. Jika sudah masuk stadium 4 (parah banget) dompet cowoknya ikut tipis. Coba minum hematcold atau tablet PD (Pengendalian Diri).

4. Cerewetisme
Lebih parah dari Curhatitis B, tidak mengandung titik koma. Efek samping muncrat, telinga tetangga budek, dada cowoknya bisa jadi lebih halus karena sering mengelus. Lebih cepat makan pil dengar dan minum tablet bicara lebih diperlambat.

5. Lamanian Dandanitos
Pengennya diem depan cermin. Tangan kiri gatel-gatel pengen pegang sisir, tangan kanan kram-kram pengen teplok-teplok pipi pake bedak. Efek samping: menor, telat, cowoknya berkarat, gak kebagian makanan. Minum segera Sari Bawak (Bagi Waktu) dan Taperi (tambah percaya diri). Buat cowok minum Toleransikipil 230 sendok sehari sesudah dan sebelum mandi.

6. Cemburubotomy
Gejala muka lonjong, tangan mengepal, alis menukik. Coba cegah dengan obat sirup prasangka baik tiga sendok sehari, Pil pengertian dan tablet selidiki dahulu.

7. Ngambekilation
Gejala hampir sama dengan Cemburubotomy. Minum Sabaron dan Bersyukurinis.


p.s : no offenses ladies, just for fun! :P

Source : Facebook's notes (http://www.facebook.com/note.php?note_id=107067553061)

Kamis, 16 September 2010

HOW TO QUIT SMOKING

Hi, guys. Kali ini saya akan membahas topik mengenai rokok. Lebih tepatnya sih beberapa tips untuk berhenti merokok. Sebelumnya saya akan sedikit bercerita mengenai pengalaman saya pribadi.

Well, saya masih ingat pertama kali saya mencoba merokok adalah kelas 4 SD. Pada awalnya saya dan kakak saya @timauuww senang menjilati filter rokok ayah saya. Sampai pada akhirnya saya mencoba untuk menghisap rokok yang dibakar ayah saya.

Efeknya luar biasa! Saya batuk terkekeh-kekeh dan berlinang air mata. Sejak saat itu saya memutuskan tidak akan menyentuh rokok. Tetapi masa depan berkata lain, terbawa oleh pergaulan, akhirnya saya jadi perokok aktif sejak masuk bangku SMA.

Sebenarnya waktu itu saya cuma sesekali saja merokok. Terutama ketika sekolahku mengadakan pensi. Rokok seakan menjadi teman baik ketika saya mengerjakan persiapan untuk pensi. Biasanya selepas pensi saya akan berhenti merokok.

Tapi sejak naik di kelas 3, saya benar-benar menjadi perokok aktif. Sampai saat ini saya pun masih merokok. Dude, that thing won’t do good for your life! Mungkin beberapa di antara kalian berpendapat demikian, dan ya, saya setuju. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk berhenti merokok pada awal tahun 2010 ini.

Semuanya berawal sejak saya rajin berolahraga di pusat kebugaran. Saya bisa latihan sebanyak 3-4 kali dalam seminggu. Belum lagi ditambah dengan olahraga lainnya seperti futsall, basket, berenang, badminton, dan hampir semua jenis olahraga saya geluti. Pola makan yang teratur dan pola hidup yang sehat juga membuat saya memutuskan untuk berhenti merokok. Akhirnya saya berhenti merokok pada tanggal 3 Januari 2010.

8 bulan saya hidup tanpa rokok, sampai pada akhirnya saya dihadapkan pada satu kegiatan di Pangalengan selama seminggu. Buat yang belum tahu, suhu di Pangalengan waktu itu berkisar antara 10-15 derajat Bisa anda bayangkan betapa dinginnya di sana. Ditambah dengan tekanan pekerjaan yang menurut saya cukup berat, rokok seakan menjadi pelepas penat.

Salah sih memang, perjuangan selama 8 bulan begitu saja sirna. Sepulang dari sana saya memutuskan untuk berhenti merokok lagi. Tetapi cuma tahan sampai 1 minggu saja. Alasan saya adalah karena mengerjakan skripsi. Saya merasa lebih produktif berada di depan laptop dengan ditemani rokok. Ya, mungkin itu hanya pembenaran saya saja sih. Hehehe :D

Sekarang saya akan berbagi tips untuk berhenti merokok. Terserah mau percaya dan mengikuti perkataan saya atau tidak. Saat ini saya memang gagal, tetapi saya dapat pelajaran dari 8 bulan kemarin. Dan saya berjanji setelah saya lulus dan menjadi kurus nanti saya akan berhenti merokok, untuk selamanya. (Wish me luck, guys. :D)

How To Quit Smoking
Saya akan mencoba membawakan dari 2 faktor, yaitu internal (dalam diri) dan eksternal (lingkungan) :

1. Faktor internal yang pertama, percaya atau tidak. Yang dibutuhkan untuk berhenti merokok adalah tekad. Niat saja tidak cukup, karena tekad itu kapasitasnya lebih kuat daripada niat. Jika anda sudah bertekad untuk berhenti merokok, yakinlah, maka anda akan dapat melakukannya.

2. Kedua, biasakanlah hidup sehat. Olahraga yang teratur, makanan 4 sehat dan 5 sempurna yang kita konsumsi secara tidak langsung akan membuat kita untuk meninggalkan rokok. Kegagalan saya berhenti merokok salah satunya disebabkan oleh faktor ini. Saya mulai sering bolos latihan dan melanggar diet. Hehehe :D

3. Ketiga, yang menjadi faktor eksternal adalah lingkungan. Jika lingkungan kita perokok, otomatis kemungkinan kita untuk kembali merokok akan lebih besar. Dan lingkungan yang bersih atau bahkan membenci para perokok akan mendukung kita untuk meninggalkan rokok. Tetapi sebenarnya itu semua kembali lagi pada poin pertama, yaitu tekad.

Saya akan berbagi tips berdasarkan pengalaman bagi orang-orang yang tidak merokok, dan mencoba untuk membuat keluarga atau kenalan anda berhenti merokok.

i. Jika sedang berada di rumah, atau lebih spesifiknya di dalam kamar perokok. Jangan menunjukkan muka masam, atau menyatakan keluhan seperti “ih, kamar lo bau rokok. Berhenti aja kenapa sih!” That thing is useless. Trust me, it won’t work. Si perokok hanya akan merasa sebal, dan malah akan semakin membuat dia banyak merokok.

ii. Berbeda dengan jika sedang berada di tempat umum. Jika teman anda merokok di tempat umum, apalagi ruangan ber-AC atau angkutan umum. Berilah mereka teguran atau peringatan. Setidaknya itu akan membuat mereka malu dan berpikir.

iii. Ketiga, berbagi artikel mengenai bahaya rokok, atau menakuti perokok dengan apa yang mungkin akan terjadi nanti juga tidak efektif. Karena pada umumnya para perokok itu mengetahui akan bahaya yang mereka hadapi, tetapi tetap tidak mereka hiraukan. Ya, seperti saya sekarang ini. :P



Baiklah, mungkin itu saja kali ya beberapa tips berdasarkan pengalaman saya. Silakan jika ingin mengikuti saran saya, atau terserah jika anda ingin terus merokok. Saya bukan gagal meninggalkan rokok, saya hanya belum berhasil meninggalkan rokok. Dan seperti yang sudah saya katakan, saya bertekad akan berhenti merokok setelah lulus dan kurus.

Semoga informasi ini bermanfaat. Selamat mencoba! :D

Warmest regards, @Byusyem :)

Rabu, 15 September 2010

NARSISME

Baru-baru ini jejaring sosial twitter sedang hangat membahas tentang topik Narsis. Kata narsis pastinya sudah seringkali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika seorang kawan yang sedang asyik mengambil foto dirinya sendiri dengan sudut 45 derajat dari atas. Spontan teman-temannya akan berkata, "Gila! Narsis amat sih lo?" Nah, sebenarnya apa sih narsis itu?

Kata narsis itu sebenarnya diambil dari sebuah mitologi Yunani. Jadi begini ceritanya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pada suatu hari di Yunani, hidup seorang pemuda bernama Narcissus. Konon, dia adalah seorang pemuda paling tampan di sana. Dia sendiri belum pernah melihat langsung seperti apa rupanya (mungkin waktu itu belum ada cermin), tetapi masyarakat sekitar sepakat mengatakan Narcissus adalah pemuda tertampan di sana.

Suatu siang, Narcissus sedang berjalan-jalan ke dalam hutan. Dia yang merasa kelelahan akhirnya mencari air untuk melepas dahaga. Dia terus berjalan dan berjalan sampai pada akhirnya menemukan sumber mata air segar.

Di saat yang sama, Echo, makhluk yang dikutuk oleh Hera karena menyebarkan rumor tentangnya, berada di hutan itu dan melihat Narcissus yang sedang berada di tepi sumber mata air. Untuk melepaskan kutukannya itu, Echo harus berbicara dengan orang lain. Akhirya Echo mengikuti dan mengamati Narcissus di balik pohon dekat sumber mata air itu.

Narcissus tak menyadari kehadiran Echo. Ketika dia hendak mengambil air, dia melihat bayangan wajahnya sendiri di atas air. Untuk pertama kali selama hidupnya dia melihat wajahnya sendiri dan akhirnya dia jatuh cinta pada bayangannya sendiri. Dia terus menerus memandangi pantulan wajahnya di atas air.

Narcissus pun akhirnya berbicara pada bayangannya sendiri, lalu bayangan itu seakan merespon apa yang dikatakan olehnya. Padahal itu adalah ulah Echo agar dapat melepaskan kutukan Hera. Narcissus semakin jatuh cinta pada bayangan wajahnya.

Dia terus berbicara pada bayangan wajahnya. Dia tidak jadi mengambil air minum karena tidak mau bayangan di atas air itu menjadi rusak. Akhirnya dia pun mati.


------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ya, kurang lebih seperti itu mitos tentang Narcissus. Dari situlah kata narsis mulai digunakan, merujuk pada suatu kondisi individu yang mencintai dirinya sendiri secara berlebihan. Yang pertama kali mengemukakan tentang narsis adalah Sigmund Freud, seorang bapak Psikologi.

Ciri utama seseorang yang narsis adalah dia merasa dirinya “paling”. Paling ganteng, paling cantik, paling seksi, dan seterusnya. Sehingga biasanya dia kehilangan kemampuan untuk menjalin relasi dengan lingkungan sosialnya, karena dianggap terlalu egosentris dan tidak mampu berempati kepada orang lain.

Ada beberapa klasifikasi narsis, yang barusan saya sebutkan adalah Amorous Narcissistic. Selain itu yang saya ingat adalah Compensatory Narcissistic, yaitu narsisme yang timbul akibat adanya pandangan yang negatif terhadap dirinya, tetapi dikompensasikan melalui perilaku mencintai dirinya secara berlebih. Mungkin ada yang bisa menambahkan? Hehehe :)

Sekian penjelasan dari saya. Mohon maaf jika ada salah kata. Semoga menjadi informasi yang berguna.

Apakah anda termasuk orang narsis atau tidak? :D

Sumber : Wikipedia & Diktat kuliah Psikologi Abnormal FP UKM

Selasa, 06 April 2010

Modus Operandi Penjahat Baru! Nekad atau Cakap?

“Sudah jatuh tertimpa tangga”, peribahasa ini sangat cocok untuk menggambarkan nasib ibu S. Entah mimpi apa semalam, ibu S yang masih dalam suasana duka karena ditinggal oleh seorang anggota keluarganya, harus mengalami nasib sial, Dia kehilangan sebuah tas beserta isinya (dompet, sejumlah uang, kartu identitas, kartu kredit). Naasnya lagi, kejadian itu berlangsung di rumah duka (di daerah Cikutra, Bandung), beberapa saat setelah pengajian selesai dilakukan.

Kejadian ini berlangsung begitu singkat. Di tengah riuh rendah para kerabat, keluarga, dan sanak saudara yang sedang dirundung duka lara, ternyata ada seekor “tikus” di antara mereka. Seorang pemuda tinggi kurus, menggunakan jaket kulit hitam dan jeans lusuh “nyempil” di acara duka itu. Sebenarnya, cukup banyak orang-orang yang menyadari kehadiran si pemuda itu, tetapi mereka semua berpikiran, “Ah, paling itu anaknya ibu ini” atau “Ah, paling juga saudaranya siapa”. Ternyata eh ternyata, tak disangka-sangka ternyata pemuda itu sengaja menyusup dan berbaur dengan orang-orang di sekitarnya dengan niat jahat. Dia terlihat baik dengan mempersilahkan para tamu untuk masuk ke dalam, dan pada saat acara puncak (makan-makan) dimulai pun dia lebih mendahulukan orang yang lebih tua.

Jelas saja dia demikian baik, ternyata dia mencari celah pada saat orang-orang sedang sibuk mengantri makanan. Dia dapat dengan bebas masuk ke dalam rumah dan menemukan sebuah tas tergeletak. Setelah berhasil mengambil tas tersebut dan menyembunyikan di balik jaketnya dia pun langsung “ngibrit” keluar dari rumah, melewati para tamu yang duduk di teras dengan terburu-buru, lalu menghampiri kawannya yang menunggu di ujung jalan menggunakan sepeda motor.

Beberapa saat kemudian barulah ibu S sadar. Dia keluar rumah, bertanya pada para tamu yang sedang berkumpul di teras dengan nada panik, “Aya nu ningali budak make jaket kulit hideung dikekeweuk ngaliwat dieu?” (Ada yang lihat pemuda berjaket kulit hitam lewat sini?). “Nembe bieu ngalangkung bu, namun teras naek motor sareng rerencangana. Kunaon kitu ibu?” (Baru saja lewat bu, tapi langsung naik motor sama temannya. Kenapa memangnya bu?). Ibu S sentak berteriak, “Tas saya! Tas saya hilang! Tas saya dicuri sama dia!”. Namun, apa mau dikata selain "Nasi sudah menjadi bubur".

by : Wiraldi @byusyem Kurniadi

Rabu, 04 November 2009

Arogansi Aparatur Negara!

"Polisi melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat"

Slogan tersebut mungkin sudah sering kita dengar dan lihat di lingkungan kita sehari-hari, tetapi apakah memang benar begitu adanya?
Seorang anggota Brimob, Evan (22), dengan sangat lantang menegaskan arti yang tersirat di balik slogan tersebut. Dia beranggapan bahwa kita masyarakatlah yang membutuhkan polisi, sedangkan polisi sama sekali tidak membutuhkan masyarakat. Dia mengatakan hal itu lewat status Facebook-nya yang berbunyi :
"Polri tak butuh masyarakat, tapi masyarakat yang butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia. Telan hidup2 cicak kecil"
Bukan hanya itu, Evan pun menghina masyarakat yang seharusnya dilindungi, diayomi, dan dilayani olehnya. Apakah ini sikap seseorang yang dapat melindungi masyarakatnya?
Indonesia adalah negara demokrasi, dimana kekuatan terbesarnya terletak pada rakyat Indonesia itu sendiri. Dan Evan berpendapat bahwa masyarakat itu adalah sekumpulan orang-orang kecil dan bodoh yang tak mengerti hukum, layaknya cicak kecil menjijikkan yang berada di sudut ruang rumah.
Memang benar adanya jikalau masyarakat itu membutuhkan polisi untuk menegakkan hukum. Tapi seperti yang bisa kita lihat saat ini bahwa polisi sendiri dapat memanipulasi hukum yang ada di negara ini. Kasus Bibit-Chandra menjadi bukti konkretnya.
Di usianya yang masih belia dapat terlihat arogansi Evan Brimob yang merasa bahwa dirinya lah yang paling hebat. Apa jadinya negara ini kalau bibit penegak hukum di Indonesia diisi oleh orang-orang seperti Evan? Yang akan terjadi adalah kekacauan.
Menurut saya aparat negara pun hanya akan menjadi cicak tanpa adanya dukungan dari masyarakat. Jadi saya minta hargailah masyarakat, karena tanpa kehadiran kita anda bukanlah apa-apa.
Maaf kalau tulisan yang saya buat menyinggung para pembaca sekalian dan beberapa pihak. Saya hanya menyampaikan pendapat, perasaan, dan fakta yang ada.
Contoh kasus Evan mungkin hanya satu dari sekian banyak arogansi aparatur negara.
Semoga saja Polri menghilangkan bibit-bibit kotor yang dapat mencemari instansinya.
Dan semoga saja Polri dapat membuktikan slogan mereka dan dapat menjadi penegak hukum yang berlaku di Indonesia.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.



Berikut adalah link yang menjadi perdebatan antara Evan dengan beberapa orang :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2697264

Dan ini adalah link profile Evan :
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000468780129#/profile.php?id=100000468780129&v=wall