About Me

Foto saya
I play at everybody's mind. I live in everybody's heart.

Senin, 31 Desember 2012

TRANSFORMASI!!


2012 telah menjadi sahabat yang luar biasa! Meski hanya setahun lamanya, segala suka & duka hadir di dalamnya.

Pelajaran berharga akan kebahagiaan & kesedihan..
Kesetiaan & pengkhianatan..
Keberanian & ketakutan..
Serta mimpi & harapan..

Telah dilewati bersama hingga membentuk pribadi yang lebih baik.

Di tahun 2013 saya akan berusaha untuk tidak hanya mengharapkan kehidupan yang lebih baik seiring berjalannya waktu, melainkan berusaha menggapai hidup yang lebih baik dan berpacu dengan waktu.

Tahun demi tahun terus bertambah dalam kehidupan, tapi apakah kualitas kehidupan kita bertambah juga setiap tahunnya?

Waktu adalah pedang bermata dua. Jika kita tidak bisa memanfaatkan dengan baik, kita bisa terbunuh.
Dan jika kita mampu memanfaatkan setiap detik, hidup pasti menjadi lebih baik.

Karena setiap manusia telah divonis mati, hanya saja waktu masih menyembunyikannya di balik tabir misteri.

Jangan mau diperbudak waktu..
Jangan mau diperbudak amarah..
Jangan mau diperbudak materi..
Dan jangan mau diperbudak ego..

Karena manusia memiliki akal. Kita adalah makhluk intelektual yang diberi kebijakan untuk mengambil keputusan, dan hati yang tersedia untuk terus memperbaiki diri atas pilihan yang disodorkan oleh Tuhan.

Jangan berkecil hati jika bertemu kesulitan. "Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan." (QS 94:5-6)

Dan janganlah kamu bingung ketika kamu menemukan jalan buntu, karena Tuhan pasti akan membantu. "Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk." (QS 93:7)

Dan janganlah bersedih jika kebaikan yang kamu coba mulai masih belum sesuai harapan. "Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas." (QS 93:4-5)

Akhir kata dari saya, mohon maaf atas segala kesalahan yang disengaja maupun tidak kepada teman-teman semua.

Mari kita perbanyak mengolah jasad, agar tubuh menjadi sehat..
Perbanyak membaca dan memahami, agar pikiran dapat terus terisi..
Perbanyak melihat dan mendengar, karena itu adalah jendela menuju hati..
Dan perbanyak mengajak orang dan berbuat kebaikan, karena itu adalah kunci kebahagiaan menuju kepuasan jiwa.. :)

Mari menyeimbangkan tubuh - pikiran - hati - dan jiwa.

Selamat bertransformasi! Selamat menjadi manusia pilihan di 2013!

"Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu)." (QS 20:13)

Kamis, 20 Desember 2012

AIR


Air…

Salah satu elemen utama yang menjadi penyokong hidup seluruh makhluk hidup.
Tak ada satu pun makhluk yang tidak membutuhkannya.

Kamu tahu? Bahwa 2/3 isi Bumi kita ini adalah air?
Dan lebih dari 80% isi tubuh manusia pun berupa cairan.

Air itu hidup..
Air itu penting bagi kehidupan…
Air adalah kehidupan…

Mengalir dari atas ke bawah, membawa berkah di setiap hilirnya.
Satu sifat air yang patut kita contoh.

Kala sekarang, Bumi sedang memasuki musim hujan.
Tak ada hari terlewatkan tanpa rintik air menghujam Bumi.
Beberapa pihak menganggapnya sebagai berkah, lainnya menganggap musibah.

Bagaimana tidak!?

Banjir melanda, memporak-poranda tempat tinggal para manusia.

Lalu, apakah arti ini semua?

Berkah? … Ataukah musibah?

Semua tergantung cara pandang kau melihatnya..

Aku percaya, bahwa semesta memiliki caranya sendiri untuk selalu menyediakan asupan bahan bagi kehidupan manusia.

Sementara yang manusia lakukan adalah merusaknya, tidak mempedulikan sumber kehidupannya. Konyol.

Pernahkah terlintas di kepalamu, bahwa curah hujan yang tinggi, banjir yang melanda dan memporak-porandakan rumahmu,

Adalah cara Bumi yang kita injak untuk memulihkan dirinya setelah tak henti-hentinya kita siksa?

Seperti sel dalam tubuh kita yang melakukan regenerasi, agar kita bisa tetap hidup?

Akhir kata dari saya,

Pernahkah kita belajar? :)

Minggu, 14 Oktober 2012

Pantai Hati

Hari ini, kutemukan kedamaian
Ketika kubuka kedua mata,
menemukan langit biru terbentang luas
dihiasi buih ombak di batas cakrawala..

Tak ada raungan si kuda besi,
yang ada hanya bunyi pasir yang berdesir..
Tak ada kepulan asap hitam,
tergantikan oleh gumpalan kapas putih di atas langit..

Debur ombak menjadi nyanyian pagi, bersinergi dengan kicau burung yang terbang bebas..
Tawa anak kecil menjadi pengisi hati, menghangatkan hari seperti mentari pagi..

Begitu tenang,
Begitu damai.. :)

Pulau Moyo, 10 Oktober 2012 - 06:35

Pulau Moyo, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat


Pulau Moyo...

            Bagi wisatawan lokal nama Pulau Moyo mungkin masih belum terdengar gema suaranya sebesar Bali maupun Lombok. Namun siapa sangka ternyata Pulau Moyo merupakan salah satu destinasi favorit bagi turis mancanegara. Pasalnya, pesohor mancanegara sekelas Lady Diana, Mick Jagger, bahkan Prince William pernah bermalam di pulau ini.

            Pulau Moyo merupakan bagian dari kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Memiliki luas sekitar 350 km2 dan terdapat dua desa besar dengan jumlah kepala keluarga mencapai 700, yaitu Desa Labuan Aji dan Desa Sebotok.

            Mata pencaharian penduduk Pulau Moyo cukup beragam. Tak hanya menjadikan laut sebagai sumber penghasilannya, penduduk Pulau Moyo juga mengembangkan peternakan dan pertanian. Belum lagi ditambah madu lebah liar yang terkenal khasiatnya di dunia kesehatan.

            Belakangan ini, Pulau Moyo juga memperoleh penghasilan tambahan dari bidang pariwisata. Bagaimana tidak, Pulau Moyo memiliki potensi alam yang luar biasa. Mulai dari terumbu karang yang masih belum terusik tangan manusia, menjadikan pulau ini surga bagi para penggemar snorkeling dan diving. Selain itu, Pulau Moyo juga memiliki empat buah air terjun indah, hingga hutan yang seringkali dijadikan tempat berburu. Air terjun yang paling terkenal adalah Air Terjun Mata Jitu, yang kabarnya sempat diklaim menjadi milik Amanwana Resort.

            Oh iya, Amanwana Resort adalah satu-satunya hotel yang ada di Pulau Moyo. Bagi anda yang ingin bermalam di Pulau Moyo, Amanwana Resort ini bisa menjadi salah satu alternatif menginap. Tapi siap-siap saja harus merogoh kocek sekitar 6-8 juta untuk satu malam di sana. Hahaha…

            Sebetulnya, objek pariwisata di Pulau Moyo mulai dibuka sejak tahun 1980-an. Tetapi karena pemerintah kurang fokus dalam mengembangkannya, butuh waktu sekitar 15 tahun sampai pulau ini mulai dikenal. Hal ini pun terbantu oleh keberadaan Amanwana Resort yang didirikan sejak tahun 1995-an. Tak heran jika tarif menginap di resort satu ini harganya selangit.

            Tapi jangan khawatir, bagi anda yang ingin bermalam di Pulau Moyo, menginap di rumah penduduk Desa Labuan Aji adalah pilihannya. Baru-baru ini saya juga menginap di rumah seorang penduduk asli Pulau Moyo selama 2 malam. Pak Beta namanya. Pria kelahiran tahun 1985 ini tinggal bersama istri dan anaknya. Mbak Iceu dan Ida namanya.

            Selama 2 malam saya dan kakak saya bermalam di sana, Pak Beta sekeluarga memperlakukan kami dengan sangat baik. Di tengah kesederhanaan dan keterbatasan hidup mereka, masih sempat saja mereka berbuat baik kepada orang lain.

            Kami diberikan kamar dan kasur untuk tidur, makan 3 kali sehari pun selalu dihidangkan, bahkan kipas angin satu-satunya pun disimpan di kamar kami. Mereka bilang, “Di sini banyak nyamuk besar, kasihan nanti kalau Mas & Mbak digigitin nyamuk,” sementara suhu udara di sana sangat panas.

            Tidak hanya keluarga Pak Beta, seluruh penduduk Desa Labuan Aji sangat terbuka dan ramah terhadap penduduk lain dan tamu yang datang berkunjung.

            Mungkin penyebabnya karena Pulau Moyo seringkali dijadikan pulau transit bagi para wisatawan yang melakukan Sailing Trip dari Pulau Lombok menuju Labuan Bajo maupun sebaliknya.

            Bagi anda yang suka jajan, jangan khawatir. Di Pulau Moyo memang tidak ada mini market seperti Alfamart atau Indomart, tetapi ada warung yang menjadi penyelamat kami di kala kehausan. Warung kecil milik Pak Seko. :D

            Satu hal yang perlu diperhatikan adalah Pulau Moyo belum memiliki pasokan listrik dari pusat. Jadi, listrik baru menyala dari pukul 6 malam hingga 6 pagi menggunakan genset.

            Oh, iya. Di rumah Pak Beta juga tidak ada kamar mandi, hanya ada kamar mandi umum yang terletak 10 meter dari rumah. Tak lupa, kita juga harus menimba air dari sumur jika ingin menggunakan kamar mandi. Hahaha…

            Jika ada yang bertanya kegiatan apa yang bisa dilakukan di Pulau Moyo, jawabannya adalah banyak!

            Di awal saya telah menyinggung tentang potensi wisata Pulau Moyo. Nah, untuk wisata air seperti snorkeling atau diving, kalian harus menyewa kapal. Harganya sekitar 400-600 ribu. Pinter-pinternya nego aja sih sebenernya, hehehe...

            Selain itu, bisa juga pergi melihat air terjun. Ada dua air terjun yang terletak dekat dari rumah penduduk. Pertama, Air Terjun Diwu Mba’i, berjarak sekitar 2 km dari rumah penduduk. Cukup membayar 25 ribu saja untuk diantarkan ke air terjun ini menggunakan sepeda motor. Kedua, Air Terjun Mata Jitu, terletak di belakang Amanwana Resort, jaraknya sekitar 5 km dari rumah penduduk. Kalau yang ini harus bayar 65 ribu, soalnya jalannya lebih jauh dan lebih jelek daripada Diwu Mba’i.

            Terus, di Pulau Moyo ada juga Hutan Berburu. Tapi saya sih gak tertarik, kasihan hewannya. Meskipun memang masih banyak babi hutan sebesar anak sapi berkeliaran masuk ke desa. Hehehe

            Kegiatan lain adalah bermain bersama anak-anak desa Labuan Aji. Kakak saya kemarin sengaja membawakan buku cerita, buku mewarnai, spidol, dan pensil warna untuk dibagi-bagikan. Siapa sangka barang yang mungkin menurut kita tidak berharga, ternyata menjadi harta bagi mereka. Jadi, saran saya jika ingin bermalam di rumah penduduk desa, jangan lupa membawakan sesuatu buat mereka. :)

            Jika ingin berkunjung ke Pulau Moyo, ada baiknya menyeberang dari Mulut Kali, Sumbawa Besar, pukul 11.30 siang. Pihak Amanwana Resort menyediakan kapal nelayan gratis ke Pulau Moyo seminggu sekali. Bisa juga menyeberang dari Labuan Baddas, hanya saja membutuhkan waktu yang lebih lama. Kemarin karena saya berangkat hari Selasa, saya harus membayar 375 ribu untuk transportasi pulang-pergi dari Pulau Moyo.

           Untuk biaya menginap di rumah Pak Beta sendiri, sebetulnya ia tidak mematok harga. Karena kelihatannya memang beliau orang yang baik hati dan tulus. Sampai sekarang pun kami masih sering berkomunikasi. Waktu itu, saya dan kakak saya memutuskan untuk memberi 500 ribu untuk biaya bermalam 2 hari, makan 3 kali sehari, dan listrik. Jadi, ya, atur sendiri saja nanti ketika kalian berada di sana.

            Satu hal lagi, waktu terbaik untuk pergi ke Pulau Moyo adalah antara bulan April - September. Mulai November - Desember, angin dari barat mulai datang, sehingga arus menjadi lebih kencang. Bahkan setiap bulan Januari - Maret penduduk Pulau Moyo mengisolasi diri di pulau karena cuaca tidak memungkinkan untuk bepergian ke pulau lain. 

       Satu kata dari saya, Pulau Moyo adalah salah satu pulau di Indonesia yang wajib dikunjungi! Sekian dan terima kasih telah membaca. Semoga informasi ini bermanfaat. :D

Contact Person di Pulau Moyo:
Pak Beta     085338729860
Pak Syukur  085239803351
Pak Seko    085239920011
*ps: satu-satunya sinyal ponsel di Pulau Moyo cuma dari telkomsel (simpati & AS).

Kamis, 09 Agustus 2012

LIFE'S CHANGING EVENT


"What is your life’s changing event? When was it happened?"

Manusia itu dinamis, selalu berubah dari waktu ke waktu. Seperti air yang terus mengalir mengikuti bentuk wadahnya.

Hanya saja, terkadang perubahan itu menuju ke arah yang positif dan ada pula perubahan yang menuju ke arah yang negatif.

Dan tidak semua perubahan seseorang dapat diterima di lingkungannya. J

Mungkin itu terjadi karena manusia masih merasa terlalu nyaman berada dalam cangkang yang bernama zona nyaman.

Satu zona yang penuh tipu dan ilusi. Mengaburkan segala realita yang ada di alam sekitar kita.

“Terus apa hubungannya dengan kalimat pembuka di atas, Sem?”

Sebenernya tulisan ini hanya sekedar sharing. Satu topik yang belakangan ini terus menggerogoti pikiranku. Memaksa untuk dituangkan ke dalam sebuah tulisan.

Life’s changing event.

Sebuah tahap kehidupan yang merupakan titik awal seseorang untuk melakukan perubahan dalam kehidupannya.

Kamu pernah melewatinya? Atau kamu sekarang sedang menjalani fase kehidupan yang satu ini?

Jika iya, artinya kamu mulai beranjak dewasa.

Kedewasaan memang tak dapat diukur layaknya hitungan matematis tukang sayur yang mematok harga seekor ayam sebesar Rp. 25.000,-

Tetapi kedewasaan dapat dirasakan. Dapat dihayati. Ketika manusia mulai peduli akan kehidupannya di masa depan. Kehidupan akan dirinya sendiri, dan akan orang lain.

Februari 2010
Satu momen yang bersejarah dalam kehidupanku. Ketika Ayah mengeluarkan ultimatum akan berhenti membiayai kuliahku jika aku tidak lulus tahun itu.

Dan memang gue waktu itu belum lulus sih.. xD

Akhirnya dengan sangat terpaksa saya membiayai kuliah saya dengan menyisihkan uang bulanan. Yang cukup membuat saya tersiksa karena saya pada dasarnya seorang yang senang bersosialisasi. Dan jaman sekarang tidak ada yang gratis bahkan untuk sekedar bersosialisasi.

Sepanjang tahun 2010 saya jadi lebih sering diam di rumah. Karena uang yang seharusnya dapat dipakai untuk bersosialisasi saya gunakan untuk membayar kuliah.

Sampai akhirnya memasuki tahun 2011 saya mulai berpikir bahwasanya yang saya lakukan sebetulnya kurang bijaksana.

Saya mulai memeras otak untuk memperoleh pemasukan di luar uang bulanan untuk membayar kuliah. Akhirnya pada bulan Januari 2011 saya memutuskan untuk bergabung dengan salah satu perusahaan yang sedang dikembangkan oleh seorang teman.

Alhamdulillah, selama tahun 2011 hingga saat ini saya masih bergabung di sana, dan saya memiliki penghasilan yang lebih dari cukup untuk sekedar membiayai kuliah.

Dan..
Saya sekarang sudah menjadi Sarjana! :D

Mungkin itu terjadi karena saya lebih menghargai uang yang telah saya keluarkan dari hasil keringat sendiri. Hehehe J

Itu salah satu Life’s Changing Event yang cukup signifikan dalam kehidupan saya.

Saya memang terlahir dari keluarga yang memiliki ekonomi cukup. Dan selama hampir 20 tahun kehidupan saya berada di zona nyaman.

Mungkin jika saya tidak berpikir dewasa dan bertindak secara lebih bijaksana saat ini saya masih berkutat dan mengeluhkan skripsi yang tak kunjung kelar.

Tapi itu bukan pilihan

Saya terpacu untuk menjadi manusia yang lebih baik. Manusia yang lebih mandiri. Manusia yang mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Well, that is my Life’s Changing Event.

Memang tidak terlalu dramatis atau inspiratif. Tetapi semoga tulisan ini cukup bermanfaat bagi kalian yang membaca.

So, tell me about your Life’s Changing Event! :D