About Me

Foto saya
I play at everybody's mind. I live in everybody's heart.

Sabtu, 24 Oktober 2009

Risalah Hati

Aku terduduk di teras rumahku,
Terhanyut dalam lamunanku..

Angin lembut berhembus menggerayangi tubuhku,
Sang rumput pun menari mengarungi siangku..

Matahari menerangi siangku tak jemu-jemu,
Kicauan burung bernyanyi menjadi lagu hidupku..

Ah, tapi mengapa aku merasa begitu pilu?
Seakan ada yang hilang dari dekapanku,
Terpatri di sudut ruang hatiku yang syahdu..

Huff..

Aku pun menghela napas..
Sebagai wujud dari penyesalan tak berbatas..
Suatu cinta yang tak terbalas..

Serentak pasukan awan hitam pun datang,
Bertempur melawan sang mentari,
Menutupi cahayanya yang menerangi bumi..

Dan kemudian langit menangis,
Hatiku pun terasa begitu miris..

Tetes demi tetes air surga turun membasahi dunia,
Seakan menemani diriku yang sedang bermuram durja..

Kilatan cahaya di angkasa,
Membuat hatiku semakin tak kuasa..

Suara petir yang menggelegar,
Membuat mataku berbinar-binar..

Air mata pun mulai berlinang,
Bagaikan langit yang membentang bertaburkan bintang..

Kemudian..

Langit kelabu mulai berubah menjadi biru,
Matahari pun muncul membuka lembaran baru..

Aroma tanah basah merasuki hidungku,
Begitu menenangkan hatiku yang pilu..

Pelangi datang menghampiri,
Memberikan suatu energi dalam diri..

Huff..

Kuhela napasku panjang,
Bukan untuk mengasihani diriku yang malang,
Melainkan sebagai wujud siagaku menghadapi hidup yang masih panjang..

Huff..

Kuhela napasku dengan berat,
Bukan untuk menghadapi beban hidup yang membebat,
Melainkan sebagai wujud energi dalam diri yang begitu hebat..

Dan aku pun mulai berdiri,
Setapak demi setapak kakiku melangkah dengan pasti,
Untuk menghadapi ketakutan dalam diri..

Dan aku pun mulai berdiri,
Tak akan mungkin aku undur diri,
Untuk menghadapi kerasnya dunia ini..

Karena kini aku tak sendiri,
Ditemani cahaya sang mentari..

Karena kini aku tak sendiri,
Dilindungi oleh Illahi Rabbi..

Karena kini aku tak sendiri,
Telah menemukan kepingan hati..

2 komentar:

  1. Hallow Mas, salam kenal yah.
    Poemnya bagus sekali Mas. Sepertinya sudah mendapatkan belahan jiwa tuh, kalau gak salah menangkap isi puisinya seh.....selamat yah!

    Terus terang, saya gak ada bakat mencandra makna tersirat dalam sebuah puisi, apalagi untuk bikin,....ampun dech!

    Terus berkarya, dan have a great moment!

    BalasHapus
  2. halo juga mba. terima kasih atas pujiannya ya mba..
    sbenernya saya jg belum nemu belahan jiwa sih, hanya sekedar harapan yang tertuang menjadi sosok ilusi. hehe

    waaah, semua orang pasti bisa kok klo mau nyoba. saya juga dulu ga bisa bikin puisi sama sekali.
    ayo mba dicoba bikin tulisan juga. saya yakin mba juga bisa =)

    BalasHapus